8 Peristiwa "Butterfly Effect" yang Banyak Berpengaruh Dalam Perubahan Sejarah Dunia

“Terkadang, sebuah keputusan kecil, yang tampaknya tidak berarti dapat mengubah segalanya.”

Kutipan di atas dikenal sebagai efek kupu-kupu atau butterfly effect, sebuah teori kekacauan yang sangat berhubungan dengan “kondisi awal,” di mana perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem nonlinier dapat mengakibatkan perubahan besar dalam keadaan setelahnya di tempat lain.

Pada nyatanya, beberapa momen besar dalam dua abad terakhir terjadi karena efek kupu-kupu. Hal-hal kecil yang terjadi — seperti surat yang diabaikan atau supir yang salah mengambil belokan — dapat memicu serangkaian peristiwa yang melahirkan pemimpin fasis dan memulai perang dunia.

Berikut ini kami rangkum secara lengkap kepada anda pristiwa Butterfly Effect yang terjadi selama sejarah yang bisa mengubah dunia dan juga beberapa negara.

Seorang bocah asal Kuba menyebabkan Perang Irak

Ketika Saddam Hussein berdiri di tiang gantungan, menunggu untuk dieksekusi, dia mungkin tidak menyadari kalau peristiwa “kecil” yang membawanya ke sana disebabkan oleh seorang bocah Kuba yang pergi ke Amerika. Karena, secara aneh dan tidak langsung, seorang bocah bernama Elián González telah menyebabkan Perang Irak.

Mungkin Elián González bukanlah orang yang memberi tahu George Bush bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal, tetapi dia adalah orang yang memenangkan Bush dalam pemilu sebelumnya.

Bush menjadi Presiden Amerika setelah melewati salah satu pemilu terketat dalam sejarah negeri Paman Sam tersebut. Dilansir dari laman The Atlantic, Bush berhasil menang di Florida dengan selisih hanya 537 suara, sehingga berhasil memenangkan pemilihan umum pada tahun 2000.

Bush Saat itu memicu kemenangan dan juga karena kemarahan dari tempat Komunitas Kuba-Amerika di Florida pada Partai Demokrat yang menahan Elián González. Hal ini membuat sekitar 50.000 warga Kuba-Amerika di Florida memberikan “el voto castigo” (suara hukuman) dan memilih Partai Republik yang mengusung Bush sebagai calon presiden.

Jika saja Elián González tidak naik kapal dan pergi ke Amerika, Al Gore dari Partai Demokrat mungkin akan menjadi Presiden. Perang Irak hampir pasti tidak akan terjadi, dan seluruh dunia, khususnya Timur Tengah, akan menjadi tempat yang berbeda saat ini.

Surat yang diabaikan memicu Perang Vietnam

Pada tahun 1919, ketika Woodrow Wilson berada di Versailles untuk menghadiri Konferensi Perdamaian Paris, ia menerima sepucuk surat dari seorang sosialis muda yang meminta untuk bertemu dengannya.

Namun jadwal Wilson sangatlah sibuk, sehingga ia mengabaikannya. Namun pengabaian ini nantinya akan menggerakkan serangkaian peristiwa yang mengarah ke Perang Vietnam. Sosialis muda itu adalah Ho Chi Minh, dan pada saat itu, dia masih cukup terbuka untuk ideologi yang berbeda, karena yang ia inginkan hanyalah kemerdekaan untuk Vietnam.

Seperti yang dilansir dari New York Times, awalnya Minh terinspirasi oleh Deklarasi Kemerdekaan Amerika, dan berharap Presiden Amerika akan bersimpati dengan nasib Vietnam. Minh juga mengharapkan bantuan dari Amerika agar Vietnam dapat merdeka dari Prancis.

Wilson, bagaimanapun, mengabaikannya, dan Ho Chi Minh mulai kecewa dengan Amerika. Dia pun pergi ke Uni Soviet, di mana dia belajar Marxisme, bertemu dengan Trotsky dan Stalin, sehingga menjadikannya salah satu tokoh komunis yang disegani.

Ketika Vietnam merdeka dari Prancis, Ho Chi Minh memimpin kelompok komunis yang akan membagi Vietnam menjadi dua dan memulai Perang Vietnam. Perang ini mungkin tidak akan pernah terjadi jika saat itu Woodrow Wilson mau mengobrol sebentar dengan Ho Chi Minh.

Seorang pria yang mabuk menyebabkan Brexit

Ketika Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, mereka membuat semua orang bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi. Semua itu dimulai di sebuah bar di dalam Istana Westminster yang disebut Stranger’s Bar.

Pada tahun 2012, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh, Eric Joyce, mabuk di dan berteriak bahwa ada terlalu banyak “Tories” di bar itu (Tories adalah sebutan untuk anggota Partai Konservatif Inggris). Setelahnya, Joyce mulai melemparkan pukulan pada siapa pun yang ada di sekitar jangkauan tangannya.

Dia akhirnya ditangkap sambil berteriak, “Kalian tidak bisa menyentuhku! Saya adalah seorang anggota parlemen!” di kantor kepolisian, membuat Partai Buruh Inggris menyadari bahwa mereka harus menggantinya.

Namun siapa sangka kalau pukulan-pukulan mabuk Joyce memicu serangkaian peristiwa yang akan berakhir dengan Brexit. Dikutip dari laman New Statesman, setelah insiden Joyce, Partai Buruh Inggris dituduh membiarkan “lelang” untuk kursi parlemen Joyce.

Kemudian, untuk melawan reputasi itu, pemimpin Partai Buruh, Ed Miliband, membiarkan siapa pun yang mau membayar 3 poundsterling untuk bergabung dengan partai dan memilih. Ribuan orang melakukan hal itu dan memilih pemimpin baru, Jeremy Corbyn.

Corbyn mungkin tidak akan menang tanpa aturan 3 poundsterling itu. Ia pun membuat berbagai peraturan kontroversial yang berujung pada Brexit. Partainya juga ikut menyalahkan Corbyn, sampai mengeluarkan mosi tidak percaya terhadapnya setelah Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa.

Namun saat itu terjadi, semuanya sudah terlambat. Inggris Raya berpisah dari Uni Eropa hanya karena seorang lelaki mabuk yang berkelahi di bar.

Terapis bicara Raja memiliki andil besar dalam terciptanya Fox News

Jika kalian pernah menonton film The King’s Speech, maka kalian pasti tahu Lionel Logue. Ya, dia adalah seorang ahli terapi wicara yang membantu Raja George VI mengatasi gagapnya.

Logue pasti berpikir bahwa membantu seorang raja adalah kontribusi terbesar yang pernah ia lakukan di dunia. Namun, tanpa menyadarinya, dia telah memberikan kontribusi lain yang tidak kalah penting. Logue, secara tidak langsung, bertanggung jawab atas perubahan politik Amerika modern.

Sebelum dia bekerja untuk raja Inggris, Logue membantu seorang calon reporter bernama Keith Murdoch untuk mengatasi gagapnya yang parah. Ia berhasil membantunya, sehingga Keith Murdoch dapat melanjutkan kariernya. Murdoch sukses sebagai jurnalis dan akhirnya menjadi “raja” surat kabar.

Ketika Keith meninggal, dia menyerahkan perusahaannya kepada putranya, Rupert Murdoch, yang menciptakan News Corporation dan akhirnya Fox News. Seperti yang dikutip dari laman Boston Globe, Fox lebih dari sekadar stasiun berita — itu adalah sebuah kekuatan yang telah mengubah cara berpikir orang Amerika.

Menurut sebuah penelitian, delapan persen orang yang melihat Fox News akan langsung beralih dari Demokrat ke Republik. Oleh karena itu, Fox disebut sebagai “pemain paling penting” dalam pemilu Amerika.

Tanpanya, gerakan Tea Party mungkin tidak akan pernah terjadi, dan George W. Bush akan kalah dalam pemilihan tahun 2000.

Seorang anggota dewan yang membunuh anjing tetangganya menciptakan terorisme modern

Pada tahun 1933, seorang anggota dewan Texas bernama Charles Hazard merasa muak dengan anjing tetangganya karena selalu mengencingi bunga miliknya. Hazard pun mencampur serpihan kaca ke dalam mangkuk makanan anjing itu, sehingga membuatnya terbunuh. Nantinya, peristiwa “sepele” ini akan mengubah sejarah dunia.

Anjing itu milik Charlie Wilson yang saat itu berusia 13 tahun. Saat mengetahui kalau anjingnya telah dibunuh, ia bersumpah akan membalas dendam. Saat Hazard siap untuk dipilih kembali, Wilson memberi tahu orang-orang secara door-to-door tentang apa yang telah ia lakukan pada anjingnya. Ia bahkan menawarkan untuk mengantar mereka ke tempat pemungutan suara.

Hazard akhirnya kalah dengan selisih 16 suara, dan untuk pertama kali dalam hidupnya, Charlie Wilson berhasil mengubah politik Amerika. Momen itu mengilhami Wilson untuk menjadi politisi, dan menjadikannya seorang Perwakilan Kongres di kemudian hari. Ketika Perang Soviet-Afghanistan pecah, ia berkampanye untuk membantu Afghanistan.

Karena Wilson, Mujahidin Afghanistan memenangkan perang tersebut. Uni Soviet kalah — menjadi salah satu penyebab utama runtuhnya Soviet, Taliban dan Al-Qaeda dibentuk, dan Osama bin Laden mampu meluncurkan serangan teroris terbesar dalam sejarah. Era modern terorisme pun dimulai karena seorang anggota dewan meracuni anjing milik tetangganya.

Blunder seorang juru bicara meruntuhkan Tembok Berlin

Ketika ribuan orang membanjiri pos-pos pemeriksaan di Tembok Berlin, penyatuan Jerman tidak dapat dihentikan lagi, sehingga diikuti dengan keruntuhan Uni Soviet setelahnya. Namun itu semua tidak akan terjadi jika seorang juru bicara Partai Komunis Jerman, Günter Schabowski, tidak melakukan kesalahan.

Diambil dari salah satu sumber yang ada pada Kota New York Times, pada 9 November 1989, Schabowski menerima selembar kertas yang mengumumkan sebuah perubahan besar. Isinya, sebagai tindakan sementara, Jerman Timur akan mendapatkan hak untuk mengunjungi Jerman Barat, selama mereka mengajukan izin dan disetujui.

Namun, izin yang ditulis di dalam selembaran itu tidak terlalu jelas. Schabowski membaca apa yang dikatakannya, dan bagi hadirin, itu terdengar seperti orang yang memiliki paspor dapat melintasi Tembok Berlin kapan pun mereka mau.

Ketika seorang reporter bertanya kapan aturan baru itu berlaku, Schabowski memindai kertas itu, tapi tidak menemukan jawabannya, lalu memberikan tebakan terbaiknya, “mungkin saat ini juga.”

Ribuan orang pun langsung membanjiri pos pemeriksaan dan berusaha menyeberang. Penjaga perbatasan, tidak yakin apa yang harus dilakukan dan tidak mau menggunakan kekuatan, akhirnya membiarkan mereka melewatinya. Secara tidak langsung Tembok Berlin sudah “runtuh” pada hari itu, mengakhiri perpecahan antara Jerman Barat dan Timur.

Franz Ferdinand dibunuh karena sopirnya salah mengambil tikungan

Kematian Franz Ferdinand memicu Perang Dunia I, menjadikannya salah satu efek kupu-kupu terbesar dalam sejarah manusia, dan itu tidak akan pernah terjadi jika sopirnya memeriksa peta terlebih dahulu.

Berdasarkan jurnal dari laman Smithsonianmag, pada awalnya Ferdinand sudah mengalami hari yang buruk, karena semua orang di Sarajevo terus berusaha untuk membunuhnya. Untungnya, ia berhasil selamat dari sebuah bom yang meledak sedikit lebih awal, walau beberapa orang yang terluka dalam rombongannya dilarikan ke rumah sakit.

Ia seharusnya menganggap itu sebagai sebuah pertanda kalau sudah waktunya untuk pulang. Namun sebaliknya, Ferdinand malah bersikeras untuk mengunjungi teman-temannya yang terluka. Sopirnya, yang tidak terbiasa dengan rute di kota itu, mengambil belokan yang salah dan akhirnya memutar mobil tepat di depan Gavrilo Princip yang sedang duduk di luar kafe.

Princip, yang mungkin bingung dengan “keberuntungannya” itu, langsung berdiri dan bergegas untuk mendekati mobil Ferdinand. Dia pun berhasil melakukannya tepat waktu, menembak Ferdinand, dan memulai efek berantai yang akan memicu Perang Dunia I di kemudian hari.

Tindakan belas kasih seorang tentara Inggris menyebabkan Holocaust

Pada tahun 1918, Henry Tandey berperang untuk Inggris di Prancis. Di sana, dia membuat keputusan untuk menyelamatkan satu orang manusia, dan karenanya, lebih dari 60 juta orang meninggal.

Dilansir dari laman History, Tandey ikut bertempur dalam pengepungan Marcoing, di mana saat itu tentara Jerman mulai mundur dari wilayah tersebut. Namun di saat puluhan tentara musuh berbalik dan melarikan diri, salah satu dari mereka masih berkeliaran di jalur tembakannya.

Tandey pun mengarahkan senjatanya pada tentara Jerman yang mencoba melarikan diri tersebut, tetapi menyadari kalau dia sedang terluka. Dia pun tidak jadi menarik pelatuk dan menurunkan senjatanya. Orang Jerman itu mengangguk sebagai tanda terima kasih, dan Tandey membiarkannya pergi.

Semangat dan ketampanan Tandey nantinya akan diganjar dengan Victoria Cross dan membuat wajahnya ditampilkan di poster propaganda Inggris. Namun dua puluh tahun kemudian, poster itu kembali terlihat di tempat yang tidak disangka oleh siapa pun, yakni di dalam rumah Adolf Hitler.

Ketika Perdana Menteri Inggris, Neville Chamberlain, mengunjungi Hitler dan melihat poster di dindingnya, dia bertanya mengapa Hitler memiliki poster propaganda Inggris. Hitler, sebagai tanggapan atas pertanyaan Chamberlain, menunjuk ke gambar Tandey dan berkata, “Dia adalah orang yang hampir menembak saya.”

Kisah ini sangat luar biasa sampai beberapa orang meragukannya, walau bertahun-tahun kemudian, Green Howards Museum menunjukkan buktinya. Mereka memiliki surat dari asisten Hitler, yang ditulis pada tahun 1937, berterima kasih kepada pihak museum karena telah mengirim poster itu.

Usut punya usut, ternyata asisten Hitler telah mencarinya kemana-mana. Ia menjelaskan kalau Führer sangat tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman perangnya sendiri.

Itulah beberapa Kisah Butterfly Effect yang terjadi selama sejarah dan bisa mengubah jalannya perubahan sejarah yang ada di Dunia dan juga memicu banyak perang di beberapa pihak sehingga terjadi perpercahan yang sangat luar biasa sekali.

Posted in General